Mitos Yang Ada Pada Daging Kambing

jika anda penyuka olahan daging kambing pastinya pada hari raya Iduk Adha adalah hari yang sangat menggembirakan bagi anda. Bagaimana tidak, setiap masjid memotong beberapa ekor kambing dan sapi setelah itu dagingnya di bagikan. Tapi tahukah anda bahwa banyak sekali mitos pada daging kambing yang dipercaya masyarakat.

Terkadang ada juga yang sampai tidak mau makan daging kambing karena termakan mitos pada daging kambing tersebut. Sangat disayangkan, daging kambing yang biasanya ada di pasar tradisional Jogja dan harga cenderung mahal tapi malah tidak di konsumsi ketika mendapat gratis saat Idul Fitri.

Selain saat Idul Fitri daging kambing biasanya disediakan saat aqiqah dan jasa aqiqah di Jogja menggunakan daging kambing dengan berbagai jenis olahan untuk pelayanan aqiqahnya. Semua tergantung permintaan dari pemakai jasa.

Mitos Pada Daging Kambing
Kambing memiliki daging yang tinggi kandungan lemak tak jenuh. Sumber unsplash

Mitos pada daging kambing

Dibawah ini ada beberapa mitos yang dipercaya masyarakat yang ada pada daging kambing. Karena mitos tersebut banyak sebagian masyarakat menghindari konsumsi daging kambing. Berikut ini mitos pada daging kambing.

Menyebabkan darah tinggi

sebagian besar masyarakat percaya bahwa ,mengkonsumsi daging kambing menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Anggapan ini tak sepenuhnya benar. Hal ini dikarenakan bisa jadi darah tinggi tersebut muncuk dikarenakan konsumsi protein dalam jumlah besar. Dan kandungan protein ada di berbagai jenis daging tidak hanya daging kambing saja.

Selain itu mineral garam menjadi pemicu terjadinya hipertensi. Maka penggunaan garam pada daging kambing apalagi garam tersebut ikut di masak menyebabkan munculnya reaksi dan menghasilkan senyawa yang memicu hipertensi. Penggunaan garam yang benar adalah sebagai garam meja dan tidak dicampur saat memasak.

Lebih aman daging sapi

Anggapan ini kurang tepat karena faktanya tidak demikian. Kandungan lemak tak jenuh pada daging kambing malah lebih besar dari daging sapi. Padahal lemak tak jenuh merupakan lemak yang baik dan akan bermanfaat jika diserap oleh tubuh.

Lemak yang jenuh memiliki kandungan zat yang menyebabkan angka kolesterol di dalam darah meninggi. Sehingga lemak yang baik adalah lemak tak jenuh dan pada daging kambing kandungan lemak tak jenuh adalah 8,5 kali lebih besar dari kandungan pada daging sapi. Maka mitos [pada daging kambing yang mengatakan bahwa lebih aman makan daging sapi daripada daging kambing adalah tidak benar.

Meningkatkan vitalitas pria

Mitos pada daging kambing yang satu ini sangat dipercaya oleh kalangan masyarakat. Sehingga bagi pria-pria yang menginginkan gairah seksual yang tinggi selalu makan daging kambing, baik berupa sate, tongseng atau olahan lainnya.

Anggapan ini tidak sepenuhnya tepat karena pengaruh gairah seksual yang tinggi itu ada pada hormon testosteron. Dan kandungan hormon testosteron dapat meningkat apabila mendapat asupan nutrisi berupa protein yang cukup tinggi. Jika berbicara kandungan protein yang tinggi maka segala jenis daging tidak hanya daging kambing memiliki kandungan protein yang tinggi.

Selain daging ada beberapa kacang-kacangan dan juga telur memiliki kandungan protein yang tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa meningkatkan vitalitas tidak harus makan daging kambing.

Salah pemotongan berakibat berbau prengus

Terkadang daging kambing yang penanganannya tidak benar menyebabkan berbau prengus. Dan penanganan itu harus benar mulai dari penyembelihan sampai proses memasaknya. Cara pemotongan yang salah memang dapt berbau prengus, benarkah?

Sebenarnya penyebab bau prengus bukan karena salah dalam teknik pemotongan. Akan tetapi pada intinya kambing yang stres saat akan dipotong menyebabkan bau prengus itu timbul. Langkah yang tepat adalah menjaga agar kambing tidak stres saat akan dipotong.

Untuk menghindari kambing yang stres saat akan dipotong bisa dengan berbagai cara. Mulai dari memisahkan kambing yang akan dipotong dengan kambing yang belum dipotong, tidak menarik kambing dengan kasar, penggunaan pisau sembelih yang benar-benar tajam dan sebagainya.

Hal lain yang menyebabkan prengus adalah karena daging yang sudah dipotong malah dicuci dengan air. Yang benar adalah jangan dicuci akan tetapi cukup dijaga kebersihannya sebelum diolah untuk menghindari bau prengus.

Tidak baik untuk ibu hamil

Daging kambing mengandung banyak protein dan lemak tak jenuh. Karena itulah konsumsi daging kambing bagi ibu hamil tidak ada masalah selama dalam batasan wajar. Karena konsumsi daging kambing dan berbagai daging lainnya dikhawatirkan kolesterol dalam darah bisa tinggi dan rawan terkena hipertensi.

Mitos Pada Dang Kambing
Daging dengan konsumsi yang wajar dan pengolahan yang benar akan bermanfaat bagi tubuh. Sumber unsplash

Itulah ulasan mengenai mitos pada daging kambing yang beredar di masyarakat. Maka untuk mengkonsumsi daging kambing dan juga daging lainnya haruslah sebijak mungkin. Makanlah dalam batasan wajar dan memperhatikan kondisi tubuh saat mengkonsumsi. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan masih ada artikel tentang wisata desa kaki langit di artikel ini yang bisa anda baca di lain kesempatan.